Keren! Daihatsu Sirion Sabet Penghargaan Emisi Terbaik

Daihatsu Sirion

Daihatsu Sirion berhasil meraih penghargaan sebagai mobil dengan emisi gas buang terbaik dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Balthasar Kambuaya selaku Menteri Lingkungan Hidup RI kepada Pongky Prabowo sebagai Direktur Manufakturing PT Astra Daihatsu Motor, Senin kemarin (17/12), di Hotel Borobudur, Jakarta.

Daihatsu Sirion

Daihatsu Sirion

Penghargaan ini adalah apresiasi terhadap Daihatsu yang telah berhasil memproduksi mobil dengan emisi gas buang rendah dan irit bahan bakar. Hal ini berdasarkan pada pengukuran melalui teknologi terkini dan terbaik saat ini. Penghargaan ini merupakan hasil dari kegiatan evaluasi penaatan baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru. Program ini dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan. Untuk pelaksanaannya ditempatkan di Balai Termodinamika Mesin dan Propulsi (BTMP). Dalam pengujian yang dilakukan, Daihatsu Sirion telah berhasil mengalahkan mobil tipe baru lainnya dengan nilai mandatori tertinggi di tahun 2012 sebesar 94,591. Dalam pengujian ini, Daihatsu Sirion juga tercatat sebagai mobil dengan konsumsi bahan bakar teririt, sebesar 14,54 km/liter. Evaluasi ini dilakukan dengan menguji 23 unit mobil berbahan bakar bensin yang telah melakukan uji tipe pada tahun 2011 atau tahun sebelumnya dan mobil yang masih dipasarkan hingga saat ini. ”Sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah, penghargaan ini membuktikan bahwa Daihatsu senantiasa menjaga kepedulian lingkungan. Dengan menjaga kualitas produk yang terbaik dalam memenuhi standar mutu emisi gas buang di setiap kendaraan. Daihatsu Sirion membuktikan hal itu dengan menjadi kendaraan yang ramah lingkungan dan hemat bahan bakar,” ujar Pongky Prabowo

 

 

( Sumber)

 

Share and Recommend to Your Friends

Share to Google Plus

Ruang Teknologi:

Comments

comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply